Tidak ingin ketinggalan dengan orang lain, saya pun segera menuju ke dalam account email Google atau GMAIL yang saya miliki untuk mengaktifkan fasilitas Google Buzz.
Hanya saja kemudian saya agak kecewa, ketika sekilas melihat fitur yang ditawarkan oleh Google Buzz, dalam imajinasi saya sebelumnya - saya kira layanan Google Buzz akan tampak lebih mewah dari Facebook dan situs layanan social networking lainnya - tapi yang terlihat adalah layanan Google Buzz ini lebih mirip atau sama saja dengan Twitter - yang jelas terlihat kesamaannya adalah fasilitas following, followers, update status atau microblogging berita dan informasi terbaru dengan tautan tautannya - perbedaanya dengan Twitter adalah hanya pada banyaknya pilihan untuk 'mengintegrasikan' situs dan fasilitas fasilitas lain - seperti menyisipkan video, gambar dan lain lain - ke dalam setiap Buzz yang dilakukan.
Saya berpendapat, mungkin Google Buzz agak 'terlambat' muncul di Internet. Akan menjadi sebuah persaingan bisnis yang berat dan keras, jika memang benar keinginan para 'Google insider' adalah untuk menyaingi atau bahkan menyingkirkan Facebook dan Twitter yang terlebih dahulu telah 'menguasai' pangsa pasar Social Networkers. Bahkan sebuah situs berita terkemuka - CNN mempublikasikan sebuah posting bertajuk Google Buzz: What Is This Good For? Sebuah judul yang terkesan .. ehemm ... 'mempertanyakan!'
Hanya saja tentu kita tidak boleh meremehkan para 'Google Insider' yang menggagas Google Buzz, mungkin memang ada maksud maksud 'tersembunyi' dibalik terlambatnya kemunculan fasilitas dan layanan ini. Mungkin saja mereka sengaja muncul terlambat untuk 'memata matai' kelemahan pelayanan pelayanan serupa yang telah lebih dahulu ada, dan kemudian secara bertahap menambahkan fitur fitur baru untuk memanjakan para penggunanya.
----
Selanjutnya, mari kita lihat saja bagaimana serunya persaingan bisnis layanan social networking ini!
Sungguh menyenangkan melihat dan mempelajari bagaimana ide ide brilian 'beradu di internet' - daripada menonton acara acara komedi nasional yang sama sekali tidak bermutu dan penuh kebohongan seperti 'Bank Century, Pansus, Pelawak Ruhut' - yang menguasai tayangan televisi dan media informasi Indonesia. :P
0 komentar:
Poskan Komentar