Saya masih ingat jaman dulu sekali, jaman sebelum krisis moneter melanda Indonesia, jaman ketika Internet masih menjadi sebuah hal yang ‘mewah’, jaman ketika yang ada hanya koneksi dial up. Saya ingat bahwa saat itu Paypal ‘terbuka’ untuk para pengguna Internet Indonesia yang masih baru saja belajar ‘merangkak’.
Bencana itu datang, para pengguna Internet Indonesia yang ‘keblinger’ untuk menyandang gelar hacker merajalela melakukan aksi ‘carding’, membajak kartu kredit orang lain dan kemudian dengan bangganya menggunakan ‘hasil keringat’ orang lain untuk membeli ini itu dan sebagainya. Al hasil, Indonesia pun di ‘black list’ oleh Paypal, tidak ada lagi pengguna Internet Indonesia yang boleh mempergunakan Paypal, Kartu Kredit dari Indonesia ditolak oleh situs situs e-commerce dunia .. dan yang lebih menyakitkan, terkadang walau hanya sekedar browsing pun IP Address asal Indonesia langsung ‘ditendang’ dengan semena mena dari situs situs tersebut.
Akibatnya tentu saja, kesempatan para pengguna Internet Indonesia yang ingin berbisnis melalui Internet menjadi semakin kecil. Kemudahan untuk menerima pembayaran melalui Paypal tidak bisa mereka dapatkan, kesempatan para individu untuk menjajal pertarungan sengit bisnis online skala internasional pun seolah dianak tirikan.
Alhamdulillaah. ‘Hukuman’ itu bukanlah hukuman seumur hidup. Perjuangan gigih para netrepreneur Indonesia untuk menjalankan bisnis dengan jujur, kemauan kuat para pengguna Internet Indonesia untuk lebih ‘beretika dan beradab’ ketika ‘berhubungan’ dengan dunia luar – telah membuka mata dunia bahwa tidak semua para pengguna Internet Indonesia adalah mereka yang ingin ‘menjadi kaya’ dengan menggunakan cara cara bathil. Kekaguman dan pujian bahkan tersirat ketika melihat hasil karya anak anak bangsa Indonesia di Internet, dalam hal desain web misalnya – seorang teman saya yang warga negara Inggris sangat terkagum kagum dengan desain desain web yang ‘mejeng’ di http://www.master.web.id , dia mengatakan “anak anak muda Indonesia memang kreatif … benar benar desain web yang sangat exclusive dan pantas untuk dibayar dengan harga mahal”
Alhamdulillaah. ‘Hukuman’ itu bukanlah hukuman seumur hidup. Perjuangan gigih para netrepreneur Indonesia untuk menjalankan bisnis dengan jujur, kemauan kuat para pengguna Internet Indonesia untuk lebih ‘beretika dan beradab’ ketika ‘berhubungan’ dengan dunia luar – telah membuka mata dunia bahwa tidak semua para pengguna Internet Indonesia adalah mereka yang ingin ‘menjadi kaya’ dengan menggunakan cara cara bathil. Kekaguman dan pujian bahkan tersirat ketika melihat hasil karya anak anak bangsa Indonesia di Internet, dalam hal desain web misalnya – seorang teman saya yang warga negara Inggris sangat terkagum kagum dengan desain desain web yang ‘mejeng’ di http://www.master.web.id , dia mengatakan “anak anak muda Indonesia memang kreatif … benar benar desain web yang sangat exclusive dan pantas untuk dibayar dengan harga mahal”
----
Paypal telah melepaskan ‘blokade ekonomi’ terhadap para pengguna Internet Indonesia yang ingin melakukan transaksi keuangan untuk kepentingan bisnisnya. Secara bertahap mulai dari hanya bisa untuk melakukan ‘shopping’ sampai kemudian akhirnya diperbolehkan juga untuk ‘menerima’ uang dari orang lain.
Hanya saja satu yang kemudian menjadi masalah, untuk memiliki account Paypal yang terverifikasi dibutuhkan kepemilikan atas sebuah Kartu Kredit, sebuah syarat yang ternyata masih sangat susah untuk dimiliki oleh para pengguna Internet Indonesia. Entah kenapa, mungkin issuer atau penerbit kartu kredit yang masih ‘jual mahal’?
Banyak jalan menuju Roma. Tidak punya Kartu Kredit maka gunakanlah VCC atau Virtual Credit Card alias Kartu Kredit Bohongan .. saya pribadi kurang ‘sreg’ mendukung yang satu ini – kesan yang terlintas dalam hati saya “Bagaimana bisa menjalankan bisnis dengan jujur jika awalnya saja sudah harus ‘berbohong’?”. Proses kerja VCC memang bisa dikatakan legal, tapi niat awal untuk ‘mengakali’ inilah yang tidak saya dukung.
---
Berita gembiranya. Kemarin saya sempat melirik update status Facebook kang Lutvi Avandi yang mengatakan bahwa verifikasi Paypal sekarang sudah bisa dilakukan dengan menggunakan account tabungan di Bank yang berada di Indonesia.
Iseng iseng saya coba melakukan verifikasi dengan menggunakan account tabungan yang berada di Bank Mandiri. Tunggu punya tunggu, akhirnya tadi sekitar jam 15.00 PM ada dua transaksi ‘recehan’ yang masuk ke dalam account tabungan tersebut. Saya sebenarnya sempat merasa tidak yakin, karena khawatir dana ‘recehan’ dari PayPal tersebut akan ditolak oleh Bank Mandiri .. dan ternyata ke khawatiran saya tidak beralasan.
Proses verifikasi Paypal dengan menggunakan account tabungan berhasil dengan sukses. Intinya adalah, sekarang tidak perlu lagi memiliki Kartu Kredit atau mengakali Paypal dengan menggunakan VCC.
Terima Kasih Paypal, Selamat Berjuang Netrepreneur Indonesia!
Belum punya account Paypal? Klik image di bawah ini.
Bersambung ….

1 komentar:
sory kang,ane da punya rek.paypay cm blm d verifikasi. gmn cra'a verifikasi pake bank nasional kita ini kang.thank info'a.klo bs kirim k email saya ajah ya kang.
asep.cahkasep@gmail.com. s x lg tararengkyu.
Poskan Komentar